Nano Warno (Salman Fadhlullah)

novel (legacy)

Desember 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

istrinya empat,pesantrenya 3, majlis takliumnya 40, luas pesantren 330 hektar lebih. dan santrinya i juta tersebar di pondok juga di luar pondok. tapi itulh yang bikin penasaran kenapa ia lebih suka membela agamanon islam dan kadang-kadang juga israel. ini memuakan dan membikin pusing arswilan, tokoh garis  keras islam.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tidak terkategori

syariat (a legacy)

Desember 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

bukankah petunnuk-petunuk dari iamm itu sangat jelas sekali. seperti yang didengarn langsung dalam penuturad DR. Bahman Pour,  petuah-petuah imam itu sangat lengkap,semprurna dan jelas akan mengantarkan seseorang kepada jalan. Mungkin bagi yang agak cerewet dan manja-manjaj jalan itu harus tegas, terang dan resmia.

Padahal  jala (tharekat) itu funsig hanya mengantarkan saja dan itupu tergantung pada diri kita, tidak perlu ofrmalistk secara ketat sekali seperti dalam orde- meskipun saya tidak tetap sangat simpati dan dalam beberapa hal menganjurkan kepada orang-orang tertentu untuk mengikuti pengjaian-pengajian tharekat bahkan termasuk r kepada diri saya dan istri saya-  namuan hendaknya jangan lupa bahwa esensi itu lebih penting dari kulit.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tidak terkategori

Implikasi Filosofis dari Fisika Quantum

Desember 2, 2008 · 1 Komentar

Implikasi Filosofis dari Fisika Quantum

Perluasan pengalaman kita secara besar-besaran dalam beberapa tahun belakangan  ini telah mengungkapkan kelemahan-kelemahan konsepi-konsepsi mekanis kita yang sederhana dan, akibatnya, telah menggoncangkan landasan tempat interpretasi atas observasi yang biasa diletakan

Niels Bohr (dikutip dari the Thao  Capra)

Segala sesuatu mulai berubah sifat dan penampakannya;seluruh pengalaman seseorang atas dunia menjadi sangat berbeda…terbentang jalan baru sangat dalam dan luas untuk mengalami, melihat, mengetahui, dan bersentuhan dengan segala sesuatu

(Sri Aurobindo (dikutip dari the Thao Capra)

Filsafat dan fisika

Sebelum menulis ini kiranya layak anda mengikuti kepiluan hati saya akibat mendengar bahwa sorogan ilmiah kitab masterpiece Shadra itu selalu mengabaikan bab fisika (thabi’at). Ini adalah sebuah hal yang juga disesalkan oleh Dr. Mulyadi Kartanegara. Kenapa seolah-olah fisika dimusuhi oleh filsafat? Apakah karena perasaan rendah diri atau karena memandang fisika banyak berkutat tentang thabiat semata-mata, sebuah benda dunia yang rendah dan mati?

Baca terus →

→ 1 CommentKategori: Tidak terkategori

resume lecture of Fanaee

November 24, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Resume of Dr M. Fanaei Eshkevari on MA Lecturing on Comparative Epistemology and Critical Approach to Islamic Philosophy

By Nano Warno (Salman Fadhlullah)

Comparative Epistemology

Philosophy is method of thinking, rational thinking, or we can say meta-philosophy. The first philosophy is branch of philosophy. The object of first philosophy is being qua being. Although being is encompasses everything but here is only common aspect of being or distinctive being, or common feature of being. The first philosophy or Metaphysics a branch of philosophy concerned with being, first principles, and often including aspects of cosmology and epistemology. Starting point of Theology as well as philosophy is reason. Reason as important as text.

Ilmu Hudhuri (knowledge by Presence)

Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: papers

untuk presentasi theodicy

November 15, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

key words

theodicy ; justification of the righteous of God, given the existence of evil

soul-deciding = people respon to evil decides their destiny

 

Theodicy (IPA: /θiːˈɒdɪsi/) (adjectival form theodicean) is

a specific branch of

theology and philosophy that attempts to reconcile

the problem of evil

 

The term theodicy comes from the Greek θεός (theós, “god”) and δίκη (díkē, “justice”), meaning literally “the justice of God,” although a more appropriate phrase may be “to justify God” or “the justification of God.” The term was coined in 1710 by the German philosopher Gottfried Leibniz in a work entitled Essais de Théodicée sur la bonté de Dieu, la liberté de l’homme et l’origine du mal (“Theodicic Essays on the Benevolence of God, the Free will of man, and the Origin of Evil”). The purpose of the essay was to show that the evil in the world does not conflict with the goodness of God, and that notwithstanding its many evils, the world is the best of all possible worlds

 

problem evil was first formulated by epicurus (324-270)

and has been restated in various forms.

 

 

down through the centuries augustine in his confesion

god is omnipoten

God is all-good

God opposes evil

there evil does not exist in the world

 

evil divides into

moral : which arises from the responsible action of group and individual who cause suffering or harm.they include such stealing, lying, anda envy as well as the evils of some political system

natural : which arise from events whic cause suffering but over  which human being have litle control eg eartquakes  and disease

some make further grouping such as pysical -wich refers to pain itself and mental anguish-and metaphysical -which refer to imperfection and contingency as feature of cosmos.

 

Does Evil Exist?

Monisme says that everyting is of one nature, assuming that nature is good rather than evi,it meang tha ecil is an illusion.

monisme would acknowledeged  that we may ‘feel’ that such a view of reality is false since we ’seem’ to have experienced evil. however; our feeling are false

 

the nature of God

another approachto the problem would be to challenge the nature of God : either His goodness or His omnipotence

1) GOd is not all good/loving

2) God is not omnipotent

3)

 

The nature of God

Theodicy investigates the question of God’s nature and attributes.

The latter are in part absolute (quiescentia) and in part relative (operativa). In the first class belong traits such as infinity, immutability, omnipresence, and eternity; to the second class the knowledge, volition, and action of God. The action of God includes the creation, maintenance, and governance of the world, the co-operation of God with the activity of the creature, and the working of miracles. While many grant that all our cognition of God is incomplete, this branch of theodicy attempts to explain those traits of God of which we have some understanding. It includes, for instance, the classical problem of how God can be infinitely good and yet allow evil to occur.

  • Calvinism asserts that all events are part of God’s righteous plan, and therefore, though they may involve true evil in themselves, they are intended by God for morally justified purposes (which are not always apparent to humanity). Calvinists see the duality of intentions indicated in Genesis 50:15-20 as the exemplar of this paradigm. Compare Augustine, Enchridion, On Faith, Hope and Love, 26:100.[1]
  • Open Theism asserts that God’s purpose in creation was for a genuine love relationship with humankind. For this to happen one must have the ability to reject God. If people could not freely choose sin then they could not freely choose to love God. God allows humans to make their own decisions such that God can have real interpersonal relationships. Because God does not cause this sin and because humankind is not fated to sin, God is not guilty of that sin.
  • “Modified Dualism,” since the powers of good and evil are unequal, and the evil power is merely tolerated by the good power, who turns all the acts of the evil power into eventual good. Classical Christianity, i.e, from the Apostolic Fathers to Augustine, has been characterized as “modified Dualism.” Sts. Augustine and Basil the Great both explicitly mention this idea. St. John of Damascus proposed that God deliberately leaves some events “in our hands.” In early modern times (1714) a modified Dualism was advocated by John of Tobolsk. Calvinism may be seen as a form of “modified Dualism” in the Augustinian tradition

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tidak terkategori

Terjemahan Bidayah Hikmah

Oktober 30, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Bidayah Hikmah

Penerjemah :Salman Fadhlullah, S.sos Islam

Mukadimah

Definisi, Subjek dan Tujuan dari Hikmah

Segala puji bagi Allah dengan pujian yang hakiki. Shalawat dan salam semoga tercurah untuk untuk rasul-Nya dan Muhammad manusia pilihan yang terbaik dan ahlu baitnya yang disucikan sesuci-sucinya.

Hikmah Ilahiyah (Metaphysic) yang secara literal adalah divine wisdom adalah disiplin ilmu yang membahas perihal being qua being (wujud bima huwa maujud). Subjeknya berkaitan dengan sifat esensial (essential properties/’awâridh dzatî ) dari being qua being. Tujuanya adalah mengetahui berbagai wujud secara general kemudian memisah-misahkanya dari wujud yang bukan hakiki.

Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tidak terkategori

Belajar membahagiakan diri setiap hari

Oktober 15, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kebahagiaan ternyata tidak mahal, bahagia yang murah lebih awet dan menyehatkan. Kebahagiaan sebetulnya harus menjadi bagian dari diri kita dan tidak berpisah selama-lamanya

kita harus bahagia ketika bekerja,bahagia ketika berusaha,bahagian ketika sedang sakit, bahagia saat tidak punya uang, bahagia saat dibebani hutang, bahagia saat kelelahan dan keletihan, bahagia saat menerima kenyataan pahit, bahagia saat kehilangan rezeki dan bahagia saat apapun dan dalam kondisi terpuruk apapun, bahagian dengan bencana yang menimpa diri, bahagia dengan kemiskinan dan kekurangan,bahagia dengan segala kondiri terburuk apapun.

Tentu saja kebahagiaan selalu positif, ia tidak sekedar menerima apa saja tapi berusaha memperbaikinya menjadi lebih baik dengan bahagia. Karena kebahagiaan adalah kualitas hati yang mau menerima apapun yang terjadi dalam hidupnya. ia tidak ngarasula (marah), sebab ia telah bekerja keras, telah menumpahkan segala hal tapi kenyataan tetap menghampirinya

Pengalaman mengajarkan bahwa orang yang bahagia selalu bersukur atas apa yang terjadi pada dirinya dan di saat yang sama ia terus berusah meningkat kebahagiannya dengan menyingkirkan hal-hal yang kurang berkualitas. Orang yang bangkrut, menganggur, dizalimi, menderita, kesusahan dsb merasakan kebahagiaan merasakan kualitas hidup seperti itu sambil ingin terus meningkatkan kebahagiaannaya dengan bangkit lagi, mencari pekerjaan, memangkas sumber-sumber yang menyulitkan hidupnya.

Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tidak terkategori

Menyelami zikir (wisdom)

Oktober 15, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tidak setiap mazhab islam menerima zikir secara berjama’ah dan dilakukan dengan suara yang keras. Mereka mengganggap itu berlebihan dan keluar dari sunnah rasul.  Sementara zikir bagi sebagian mazhab adalah sebuah kelezatan bermunajat dan menyegarkan dan memberikan mutmainnah pada hati.  Mereka yang mencintai zikir merasakan manfaat yang luar biasa lahir dan batin.Mereka dekat dengan Allah dan mengubah diri mereka menjadi hamba-hamba yang salih.

Orang yang masih belum menerima atau anti dengan zikir ada baiknya mencoba melakukan zikir agar mendapatkan sesuatu jalan pencerahan yang tidak semata-mata rasional dan intelek. Islam adalah agama yang tidak hanya dicerap oleh akal tapi juga dicerap oleh hati dan dirasakan dan diamalkan. Zikir membeirkan epistemologi yang luar dan mencerahkan. Islam adalah  agama bukti dan agama cinta.

Ibnu arabi berkata ;

Aku anjurkan agar engkau membeli jiwamu lantaran Allah dan melindungi dirimu dari api (neraka) dengan membaca kalimat la ilaha illallah 70.000 kali. Dengan mengamalkan hal ini, Allah akan melindungimu dari api neraka, baik bagi dirimu sendiri maupun orang yang engkau bacakan kalimat ini..aku telah mengamalkan sendiri dan kurasakan khasiatnya ketika istriku wafat (dikutip dari buku mencari belerang merah, claude addas, penerbit serambi).

Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tidak terkategori

membersihkan hati (wisdom)

Oktober 15, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

ibnu arabi berkata

sebelum memulai penyendirian,pertama-tama engkau harus benar-benar melaksanakan ibadah : engkau harus membersihkan sifat-sifatmu, meninggalkan sikap lalai, dan bersabar atas keburukan apapun yang menimpamu. Seseorang yang pencerahannya tiba sebelum ibadahnya tidak akan-selain dalam pengecualian tertentu-mencapai kekuatan spiritual (risalah anwar-dikutip dari buku mencari belerang merah, claude addas, serambi).

Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tidak terkategori

wisdom

September 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sujud adalah simbol puncak dari ketaatan dan ketawaduan dan bahkan ibadah yang paling utama. Karena itu tanda hamba yang salih adalah melakukan sujud begitu mendengar ayat-ayat sajdah.  jika dibacaakan ayat-ayat tuhan yang maha rahman maka mereka sujud sambil terisak-isak menangis. (QS Maryam : 58).

Sujud di atas tanah di bawah kaki adalah mengangkat posisi kemuliaan diri di depan Allah swt.  Wajah yang selalu sujud kepada Allah swt mana mungkin akan dibenamkan di dalam api neraka. mafhum mukhalafahnya adalah wajah itu tidak akan disiksa

Wajah-wajah ahli taat  kepada ALlah dan rasul akan diselamatkan dari api neraka.  Ada kisah yang menarik tentang seseorang yang menjadi wali karena melihat seekor kepala kambing yang keluar dari tempat pembakaran roti (tanur)  sehingga wajah si kambing itu menjadi hitam legam karena terbakar. Ia segera ingat surah al-mukminun, ayat  :103-104),  yaitu yang menjelaskan bahwa orang-orang yang ringan timbangan amal-amalnya maka  mereka akan menjadi rugi dan di jahanam wajah itu dibakar dan mereka sangat ketakutan. Ia segera terkejut dan bertobat.

Sujud yang ikhlas dan penuh makrifat akan menghapus dosa-dosa dan juga meningkatkan maqamnya. Rasululah saw berkata, “

→ Tinggalkan KomentarKategori: refleksi