Ilmu tuhan
Dalam pespektif mulla Shadra, ilmu tuhan itu bersumber dari zat-Nya dan bukan dari akal awal, seperti yang diklaim oleh peripaterik. Tapi ilmu tuhan itu hanya berlaku bagi immaterial sebab yang materi itu tidak bias diketahui, jadi bisa dikatakann bahwa tuhan tidak mengetahaui kursi secara huduri dan bahwa ilmu tuhan yang huduri tidak berlaku pada benda-benda yang mati, material.
Mizan dan wazan
Al waznu yawmaidzin al-haq. Mizannya pada hari itu adalah al-haq. Siapa yang berat timbanganya itulah yang beruntung dan siapa yang ringan itulah yang merugikan diri sendiri.
Ketahuilah mizan itu ada dua tipe, mizan ilmu dan mizan aamal. Timbangan amal adalah seluruh amal yang akan menciptakan rasa tumaninah di dalam diri si pelaku dan memperkuat keyakinan dan melenyapkan kegelisahan dan keguncangan, karena itu timbangan yang lebih berat lebih disukai (rujhan) dan lebih diinginkan. Bukankah barang-barang yang berat akan membuat perahu menjadi melayang ringan untuk bergerak ke berbagai arah?
Sebaliknya setiap amal yang menyayat jiwa, menyeret nafsu ke berbagai kecenderungan dan kepada benda-benda yang bermacam-macam akan membuat timbangan (kebaikan) menjadi ringan? Karena yang enteng akan terganggu keseimbangannya walau dengan sedikit gerakan? Sehingga gerakannya tidak lagi teratur.
Hati yang tentram akan mengalirkan perasaan ridha, karena itu Allah berfirman : “Adapun yang berat timbangannaya maka iakan mendapatkan kehidupan yang diridhai.”
Manusia diciptakan dari tanah dan tanah itu tabiatnya menenangkan dan setan diciptakan dari api dan tabiat api itu ringan dan bergerak.
Gerakan jiwa karena mengikuti hawa nafsu akan menyeret pada kebinasaan
Aktifitas iblis menyebabkan enteng timbangan dan guncangan dan perbuatan baik manusia menyebakan ketenangan dan ketentraman : qul kulun ya’malu ala syakilatihi.
Setiap amal baik (hasanah) seperti salat, siyam, haji dan lain memiliki derajat pengaruh dalam menghaluskan hati dari kejahatan dunia dan ikatan syahwat dan sekaligus mencerahkan yang tidak diketahui kadarnya kecuali hanya oleh Allah. Demikian juga perbuatah sayyi`ah (buruk) memiliki kadar pengaruh yang menjauhkan dari alam rahmat dan menggelapkan jauharnya. Semua itu akan tersingkap di hari akhirat.
Al-quran adalah menu yang bervariasi
Allah swt berkata kepada nabi : “Ajaklah kepada jalan tuhanmu dengan hikmah…. dakwah disini adalah dakwah kepada al-quran. Karena al-quran ibarat menu yang turun dari langit ke dunia ; ada menu yang special untuk ahlu khusus yaitu gizi latifah dan buah-buah yang tidak berhenti dan tidak terlarang (fawakhi gayru maqtuah wa l manu’ajh).
Ada juga menu untuk orang-orang yang paling rendah serendah binatang, mata’an lakum wali an’amikum. Makanan mereka layak makanan binatang karena makanan sejenis dengan yang menyantapnya secara aktual dan sejenisnya secara potensial.
Lantaran menu al-quran itu bervariasi maka tentu dibutuhkan sebuah standar yang tepat dan syahid yang hak, untuk menseleksi kategori manusia plus kebutuhan makannya. “Qad alima kulu nafsin masyrabahum,” setiap manusia tahu minumannya.
Standar (mizan itu ) adalah adalah ajaran-ajaran rasulullah dan keluarganya dan itu sesuai dengan perintah allah. Wa waznu bil qistohis mustaqim dan timbanglah dengan neraca yang mustaqim!
Qistas al-mustaqim adalah lima mizan yang diturunkan oleh allah dalam kitab dan ilmu para nabi, siapa yang mempelajarinya akan selamat dan yang memiliki timbangan yang lain akan sesat.
Allah berfirman dalam surah ar-rahman :….dan ia meletakan mizan dan jangan melampaui mizan… lihat surah al-hadid : wa anzalna maahum alkitab wal mizan… wa saam rafa’aha wa wa dhaal mizan…
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.