Doa tidak hanya menuntut, doa juga adalah manifestasi spiritual. Apa yang disampaikan oleh seorang hamba kepada al-Haq, harus mendahului keinginan-keinginan yang lain. Doa adalah curahan hati dengan ‘sahabat terbaik.’ Apa yang disampaikan kepada tuhan adalah apa yang tidak disampaikan kepada manusia yang lain.
Rahasia yang terpendam tidak akan kukatakan, aku hanya menyampaikan pada sahabat yangmenjadi tempat curahan hatiku
Ialah yang sangat mencintaiku dan paling memahami diriku
Keluh kesah sang sahabat kututupi kecuali pada-Nya Yang “Maha Agung
Yang sangat memahami dan pandai dalam menjaganya
Ini adalah curahan kalbu sang pencinta (Âsyiq) yang meratapi kehilangan al-Haq, ia tidak mempedulikan surga dan tidak takut ancaman neraka, yang dirindu hanyalah Allah swt. Ekspresi nyata terhadap Tuhan dipuitisasikan oleh Rumi
Aku mengenal kelompok yang bernama auliya
Yang mulut mereka terbungkam dari doa
Maksudnya mulut mereka tertutup tidak menggumamkan kata-kata mengemis sebab mereka sedang fana’ (istigraq). Saat itu kehambaannya menjadi lenyap (mahw). Keakuan dan kebutuhan ego menjadi tidak ada artinya.
Terjadilah pertemuan antara Khoza Nizham Mulk dan orang salih. Khoza berkata : Sebutkan keperluanmu untuk kupenuhi! Parsa berkata saya hanya menginginkan dari tuhan tidak yang lain! Apa gunanya saya menginginkan yang lain dari selain Diri-Nya? Khoja berkata : Kalau begitu, jika engkau telah sadar dan ingat pada tuhan jangan lupakan saya ? Parsa berkata, Saat fana fi llah (istigraq), aku sendiri kehilangan diriku, jadi bagaimana mungkin bisa mengingatmu ?
Faragi Bustami berpuisi
Orang awam mencari tuhan sementara sang Arif dicari tuhan
Kami tidak mengharapkan yang lain selain tuhan
Zahid berupaya menggapai surga sementara
arif ingin meraih si pencipta surga
Ada apa si zahid mencari surga ? dan lalai dengan pencipta surga ?
Athar berkata, Ssiapa yang mengenal-Nya akan mencari-Nya.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.