makrifat
Tak kenal maka tak sayang, tak sayang berarti tak kenal, tidak boleh jauh dari tuhan sebab engkau bisa jadi tidak mengenal-Nya, dan jangan banyak berbuat dosa sebab engkau bisa menjadi lalai terhadap-Nya. apakah anda memperhatikan orang-orang yang sering bertemu di kereta api,di angkot sering bersapa, dan mungkin tahunan dan puluhan tahunan,tapi tidak saling mengenal? aneh bukan dan yang aneh ,kita berasal dari tuhan allastu birabiikum bala, dan selau diingatkan tuhan fa’lam anahu la ilah illah, ketahuilah dia adalah tuhan tidak ada tuhan selain Allah. tapi kita tidak mengenal-Nya?
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Trebuchet MS”; panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Georgia; panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face {font-family:”Simplified Arabic”; panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:178; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;} @font-face {font-family:”Arial Narrow”; panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.MsoPlainText, li.MsoPlainText, div.MsoPlainText {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Courier New”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}
Orang-orang yang tak peduli dan cuek berusaha melapisi diri mereka dengan sepuan perak agar terlihat bersinar. Namun setelah beberapa waktu, lapisan itu hilang dan yang terlihat adalah wajah asli mereka.
Tuhanku, bintang-bintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istanapun telah rapat tertutup
Tuhanku, demikian malam pun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kauterima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau tolak hingga aku dihimpit duka
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalu kulakukan
Selama Kauberi aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu
Andai Kauusir aku dari pintu-Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu.
(Syair Rabi,ah Al Adawiyah)
Allah yang ada, sebenarnya, hakikat itu adalah milik Allah dan Allah itu adalah hakikat, semua bermula dari Allah, dan kembali kepada Allah
Ya Allah tuhan angin yang bertiup kencang, tuhan langit yang
menaungi, tuhan bumi yang pendek, tuhan Syaithan yang menyesatkan, tuhan laut yang mengalir, demi semua hak itu
benar untuk-Mu, demi malaikat yang terdekat, yang ruhani, yang menanggung susah dan yang bertasbih kepada-Mu siang dan malam tidak ada henti-hentinya, demi Ibrohim sahabat-Mu, demi setiap wali-Mu yang memanggil-Mu diantara Shofa dan Marwa lalu Kau jawab doanya, Wahai yang menjawab doa,
Hijab Takwini
Allah telah melengkapi manusia dengan benteng kesucian yang melekat di dalam dirinya. Tameng kasat mata itu dalam menyelamatkan dirinya dari ajaka-ajakan hasrat-hasrat batin. Dalam keadaan yang normal hijab ini menjadi daya penolak terhadap desakan-desakan hasrat yang sangat agresif sekalipun. Hijab takwini itu adalah rasa malu, naluri akhlak, kesadaran, perasaan yang halus, sifat kasih, kejujuran, persahabatan dan loyalitas dan sebagainya.
Secara alami sifat-sifat bawaan ini sangat menolong manusia dalam menghindari hal-hal yang dilarang agama dan menggerakannya untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik. Karena itu karakter bawaan ini kadang disebut dengan ‘hijab kesucian’. Semua manusia memiliki hijab kesucian bahkan manusia ateis sekalipun. Tentu saja orang-orang beriman berkat keimannya akan lebih banyak memanfaatkan hijab kesucian tersebut secara maksimal. Jadi wajar sekali jika kelompok orang-orang yang beriman akan lebih mudah mengelak dari dosa. Namun dalam hal ini tak seorangpun yang dapat memastikan bahwa dirinya sangat tidak bergantung dari Allah.
Imam shadiq as juga menjelaskan tentang efek negatif perbuatan dosa terhadap hijab kesucian tersebut. Imam Shadiq as mengatakan, “Sesungguhnya Allah swt menempatkan empat puluh hijab bagi orang mukmin dan ketika melakukan dosa besar, maka satu hijab darinya terkoyak.”
Yang pasti setan tidak akan berdiam diri. Makhluk durjana ini sedikit demi sedikit akan berusaha merusakkan hijab kesucian tersebut dan membuat putus asa manusia sehingga tidak mau melakukan taubat kepada Allah swt. Manusia dalam keadaan jatuh dan tidak mau kembali kepada Tuhannya ada kemungkinan akan menjadi manusia yang berpotensi merusak diri dan berbahaya bagi orang lain. Bahkan lebih buruk lagi akan berani melakukan kezalimam seperti membunuh anak kecil, memperkosa bahkan berani membunuh imam.
Karena itu imam setelah memberi wasiatnya kepada orang mukmin agar bertakwa dengan sebenar-benarnya, ia juga menasihati orang-orang yang melakukan dosa
”Takutlah kepada Allah walaupun dengan ketakwaan yang sangat ringan sekalipun, dan peliharalah hijab antara dirimu dengan Allah walaupun dengan hijab yang sangat tipis.”
Hal-hal yang akan mengoyakan hijab kesucian dalam sebuah riwayat disebut dengan jelas yaitu minum-minuman, bermain judi, mengeluarkan kata-kata agar dijadikan bahan tertawaan orang-orang jahil dan membicarakan aib orang lain.
Jadi tenggelamnya kapal raksasa tersebut hanya disebabkan oleh paku yang sangat kecil.
Begitu juga dalam hidup kita bisa jadi kehancuran hidup kita disebabkan oleh hal kecil yang selalu kita lakukan atau yang kita abaikan.
Mungin saja, ada hal kecil yang terus kita lakukan, padahal akan mengarahkan kepada kehancuran besar.
Bisa juga ada hal kecil yang selalu Anda abaikan padahal akan membawa kepada keberhasilan besar.
Mulailah dengan menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan negatif, sekecil apa pun. Mulailah membangun kebiasaan-kebiasaan positif, sekecil apa pun. Sungguh, kebiasaan negatif bisa menghancurkan Anda jika Anda terus memeliharanya.
Memang diperlukan upaya untuk membangun kebiasaan positif dan meninggalkan kebiasaan negatif. Namun jika Anda memiliki keinginan kuat ditambah dengan pikiran positif, maka semua itu bisa Anda lakukan.
Tip sederhana namun ampuh yang bisa Anda gunakan untuk membangun kebiasaan positif maupun menghilangkan kebiasaan negatif ialah dengan rajin-rajin memvisualisasikan kehidupan dimana Anda hanya melakukan kebiasaan yang positif saja.
Masih banyak teknik yang bisa kita lakukan untuk membangun kebiasaan positif yang nantinya bisa membangun diri Anda jika Anda konsisten melakukannya.
Ingat, lama-lama menjadi bukit. Apakah bukit kehancuran atau bukit keberhasilan ?
Ada yang dipelihara dengan baik oleh kita. Kita sedang memamah biakan binatang yang akan menerkam diri kita sendiri. Namun tanpa disadari, kita tidak pernah merasa terancam, ibarat binatang hamster yang jika disuapi dengan baik, teliti, teratur maka ia akan tumbuh membesar,
Di dalam diri kita ada binatang yang selalu kita puaskan segala keinginan hewaninya. Kita sambut segala hasrat badaniyahnya, hasrat materialistiknya sehingga hasrat itu semakin lama semakin kuat dan membesar dan kita tidakbisa lagi menahan hasratnya alias kita menjadi budaknya! Sejak kecil kita dilatih untuk melayani hasrat-hasra itu , menggelinding dari kesukaan terhadap makanan favorit, tontontan favorit, bacaan favorit, teman favorit, hobi, musik dsb, kita lupa bahwa aktifitas itu untuk membukakan potensi dan bukan untuk menutup potensi terbaik kita, kebiasaan kita memupuk hasrat demi hasrat menjadi palu godam yang menghancurkan kita, karena ternyata kita sedang memanggul harimau kecil yang siap menerkam pundak kita
Anak kecil ngompol mungkin peristiwa biasa bagi orang tua atau jugayang lain, dan tidak menyakitkan tidak perlu ditegur, atau dihardik, tapi kalau orang tua yang kencing di depan banyak orang, tentu patut dicaci maki. Tuhan juga memperlakukan manusia seperti itu kata ahli sufi, ketika kita masih muda atau dosa-dosa yang dilakukan saat kita masih bau kencur dan hijau dalam agama mungkin bisa dimaafkan atau dimaklumi, tapi apakah kita yakin kita masih dimaklumi ketika pengetahuan agama kita sudah banyak tapi kita masih melalaikan kewajiban-kewajiban agama. Terlambat salat subuh bagi anak-anak SD mungkin masih dianggap wajar tapi terlambat salat subuh dengan senjaga bagi seorang ustadz sangat patut disiksa? !
Sikap seseorang terhadap suatu masalah menentukan atau ditentukan oleh kualitas dirinya. Orang yang labil tentu menghadapi masalah yang sederhana sekalipun sangat rapuh dan mudah terguncang, tetapi orang yang sangat kokoh dan kuat tentu tidak mudah dipengaruhi oleh apapun yang terjadi di sekelilingnya. Orang yang mudah frustasi dengan suatu situasi atau melihat sesuatu sebagai hal yang sangat sensitive bagi dirinya, ia akan melihat bahwa masalah itu seperti tidak pernah beranjak dari sisinya. Ia melihat anak pinak dan menyebar sepertivirus yang mengembang biakan hal-hal yang stressfull bagi dirinya. Tentu saja masalah apapun yang ada di sekeliling kita menjadi tidak akan berarti lagi manakala kita terus-terus meningkatkan ketajaman dan kekuatan batin, sehingga semua menjadi lebur di dalam dirinya.
Setiap kejadian, setiap keinginan, cita-cita dan rencana pasti mendatangkan bibit-bibit masalah yang berantai seiringin perkembangan keinginan itu. Jika tidak diinginkan maka yang berarti sekalipun tidak menjadi sumber stress. KEinginan itulah yang memicu dan menciptakan masalah. Apakah tidak ada masalah sebetulnya dan mengapa sesuatu menjadi masalah. FAktor-faktor yang memicu jantung adalah hal biasa yang dihadapi orang-orang itu, mesin print jebol atau data hilang, atau kesalahan pengetikan atau kehilangan uang, atau disepelekan janji, atau di injak hak-hak adalah masalah sehari-hari yang mengikat orang-orang kecil, tapi mereka tidak menjadi terbebani. Jika seseorang sensitive maka hasil kerjanya tidak akan maksimal, karena hati yang sensitive tidak lagi berpikir secara wajar. Mata dan dengus napasnya tidak teratur, mudah curiga dengan siapa saja terutama mereka yang ia berkepentingan denganya. Sensitifitas tanda bahwa ia termakan oleh ambisi dan hasrat liarnya. Curiga dengan waktu, curiga dengan alat-alat, curiga dengan orang, ingin segera menyelesaikan secepat mungkin dan sekilat mungkin kalau bisa.
Since wars begin in the mind of men,
it is in the mind of men
that the defenses of peace
must be constructed
preamble Unesco Constitution
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.