Nano Warno (Salman Fadhlullah)

manzumah tentang hawa nafsu

Mei 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

mandzumah tentang hawa nafsu

Jangan memancing hawa nafsu, kala berontak engkau jadi budaknya

jangan merayu nafsu keluar, kalau datang ia memakanmu

nafsu datang dan tiba dengan undangan atau tanpa undangan

nafsu akan mengalahkan kecerdasan dan menghancurkan ribuan buku wisdom yang dibaca

nafsu akan memotong kejeniusan, wawasan dan  kepandaianya  berceramah

jangan membiarkan ia lepas dari kendali hati dan akal

sekali lepas ia menjadi monster dan beringas

jangan biarkan ia terjaga sedetikpun jangan sekali-kali bernegoisasi dengan hawa nafsu

biarkan ia dibawah syariat, ibadah, ritual, akal dan pendam dalam-dalam sedalam-dalamnya di bawah sumur keimanan dan keyakinan

nafsu akan beringsut keluar dengan pandangan yang aduhai,

nafsu akan bergetar dengan imajinasi yang asoy

nafsu akan bertatih-tatih dengan rencana otak

nafsu akan mulai tercium dengan fasilitas yang memudahkan

nafsu mulai bersiap-siap dengan uang, sekalipun pinjaman

nafsu siap-siap dengan kesempatan

dan nafsu ingin dibelai dengan kealamiahan godaan

jangan biarkan nafsu  menjadi tidak tertunda

tundalah sampai terlupakan,

gunakan energinya untuk melakukan kebaikan, mencari rezeki, mencari jaringan

menambah ilmu, gunakan energinya untuk bekerja keras

jangan diperbudak nafsu.

Kategori: refleksi

energi itu hancur berantakan?!

Mei 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Energi itu hancur berantakan dan tersandung pada lumpur yang menodai cahayanya, sebab ia telah menjauh dari tuhan, telah menanamkan dalam dirinya hasrat-hasrat dan malah meledakan dirinya dengan hanya kekuatan yang sedikit dan modal yang sepele, ini adalah kesalahan yang memang sudah terjadwalkan seacara otomatis.

disini harus berhenti seminggu memikirkan ulang skenario hidup, lucu ketika visi dan misi begitu indah, besar dan komprehensip tapi dalam kenyataan malah amburadul. tidak ada keterkaitan antara satu dan yang lain, antara yang di atas dan yang dibawah.

seorang arif sudah harus menghapus mimpi-2 dan hasrat-hasratnya seperti terhadap duniawi; pesolek, kepemilikan, kenikmatan, leisure in time and moment, meeting, tidak memiliki kegelisahan akan kehilangan, ketidak untungan, kecelakaan, ujian, masalah, dan seabreg kesulitan sebab semuanya adalah sudah disadari secara maksimal dan diilmui secara benar.

(lagi…)

Kategori: Tidak terkategori