Nano Warno (Salman Fadhlullah)

Masukan dari Mei 2008

Mei 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Diwan (koleksi syair)  Furugi Bustami

key raftei ze del tamana kunam tu

ke gastei nehan ke fido kunam tu

ghibat na kardei ke syawam thala hudur

penhan nabudi ke fido kunam tu

bo sah hizar jilwe birun amadi ke man

bo sad hizar didie tamasya kunam tu

Kategori: Tidak terkategori

Mei 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Check-List

Taraktul khalqa thoron fi hawa ka- wa aytamtu iyal likay aroka

walau quti’tu irban-irban lama hanna al-fuadu ila siwaka

ini lebih dahsyat dari kata-kata al-Halaj. Ain qudhat dan ibnu arabi.

Ya Allah demi cinta kepada-Mu aku tidak lagi tertarik pada dunia

dan untuk bertemu dengan-Mu aku tinggalkan keluargaku

kalau aku dicincang-cincan, cintaku pada-Mu tidak akan berubah

Lihat Biharul ANwar juz 69:57

Sang arif harus merasakan kematian sebelum memasuki kematian alami. matilah sebelum kalian mati (mutu qabla an tamutu).

Seorang arif harus merasakan kematian sebelum menikmati kematian alami. Kematian yang pertama adalah kematian ikhtiyari; suatu jenis kematian yang bisa dialaami oleh yang menghendakinya, yaitu ketika ruh tidak lagi terikat pada badan. Ketika kecintaan pada duniawi menjadi longgar

Syabestari dalam kitab Sa’adatNameh menulis demikian, “ Suatu hari Baba Hasan sang arif melihat seseorang yang sedang sekarat dalam kondisi yang sangat berat sekali. Baba Hasan berkata orang ini mengalami kesulitan untuk melepaskan nyawanya karena ia mengalaminya untuk yang pertama kali.

(lagi…)

Kategori: refleksi

manzumah tentang hawa nafsu

Mei 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

mandzumah tentang hawa nafsu

Jangan memancing hawa nafsu, kala berontak engkau jadi budaknya

jangan merayu nafsu keluar, kalau datang ia memakanmu

nafsu datang dan tiba dengan undangan atau tanpa undangan

nafsu akan mengalahkan kecerdasan dan menghancurkan ribuan buku wisdom yang dibaca

nafsu akan memotong kejeniusan, wawasan dan  kepandaianya  berceramah

jangan membiarkan ia lepas dari kendali hati dan akal

sekali lepas ia menjadi monster dan beringas

jangan biarkan ia terjaga sedetikpun jangan sekali-kali bernegoisasi dengan hawa nafsu

biarkan ia dibawah syariat, ibadah, ritual, akal dan pendam dalam-dalam sedalam-dalamnya di bawah sumur keimanan dan keyakinan

nafsu akan beringsut keluar dengan pandangan yang aduhai,

nafsu akan bergetar dengan imajinasi yang asoy

nafsu akan bertatih-tatih dengan rencana otak

nafsu akan mulai tercium dengan fasilitas yang memudahkan

nafsu mulai bersiap-siap dengan uang, sekalipun pinjaman

nafsu siap-siap dengan kesempatan

dan nafsu ingin dibelai dengan kealamiahan godaan

jangan biarkan nafsu  menjadi tidak tertunda

tundalah sampai terlupakan,

gunakan energinya untuk melakukan kebaikan, mencari rezeki, mencari jaringan

menambah ilmu, gunakan energinya untuk bekerja keras

jangan diperbudak nafsu.

Kategori: refleksi

energi itu hancur berantakan?!

Mei 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Energi itu hancur berantakan dan tersandung pada lumpur yang menodai cahayanya, sebab ia telah menjauh dari tuhan, telah menanamkan dalam dirinya hasrat-hasrat dan malah meledakan dirinya dengan hanya kekuatan yang sedikit dan modal yang sepele, ini adalah kesalahan yang memang sudah terjadwalkan seacara otomatis.

disini harus berhenti seminggu memikirkan ulang skenario hidup, lucu ketika visi dan misi begitu indah, besar dan komprehensip tapi dalam kenyataan malah amburadul. tidak ada keterkaitan antara satu dan yang lain, antara yang di atas dan yang dibawah.

seorang arif sudah harus menghapus mimpi-2 dan hasrat-hasratnya seperti terhadap duniawi; pesolek, kepemilikan, kenikmatan, leisure in time and moment, meeting, tidak memiliki kegelisahan akan kehilangan, ketidak untungan, kecelakaan, ujian, masalah, dan seabreg kesulitan sebab semuanya adalah sudah disadari secara maksimal dan diilmui secara benar.

(lagi…)

Kategori: Tidak terkategori

kaskul

Mei 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Imagination of ibnu Arabi and Shadra

It is not so easy to summarize the thought of ibnu arabi in some papers, it will need repetitive writing and deep analyses through all of his main treatises. Ibnu Arabi did’n write in systematic way, although with propound content it still using paradoxical statement and ambiguity conception. One who like to know more about his doctrine will lead to confius?? Stuck on his position as intuitive journeys is different path and have his unique own characteristic.

It is good relation between ontology and epistemology. It seems that ontology should to learn first and be a fix principle just it we never ascertain about his existence how a individual try to discovering it. Starting by believing in existence later on a one eagerly to know it. Concerning to existence there are some of discussion of a term…

Is existence (wujud) can be defined? Or not and it is lead some question as such is there something more general than wujud (existence) since definition consider a genus (jins) and fashl (differenciated). Therefore there is no more obviously than wujud (existence) itself.

So, it is very clear when Sabzawari said that wujud is self-evident, in transparent manner but in sometimes have a hidden reality which is difficult to observed.

And any one even a child may know otomatically it is innate but to discover its reality is need deep contemplation.

(lagi…)

Kategori: Tidak terkategori

etika aristoteles

Mei 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Eidos and Energeia

By Nano Warno

The hallmark of Aristotle as a philosopher is a robust common sense, which refused to believe that this world was anything but fully real. Philosophy, as it appeared to him,was an attempt to explain the natural world. And if it could not do so, or could explain it only by the introduction of a mysterious, transcendental pattern-world, devoid of the characteristically natural property of motion, then it must be consideren have to fail. His comment on the Platonic Ideas is typical :But to call them patterns, or speak of the other things as sharing in them,is to talk in empty words and poetic metaphors.

Aristotle was more builder than a visionary. He looked for solid foundations in the physical and social order and developed logic to guide his scientific elaboration. To put strength in the resulting intellectual structure, he fixed each part in its place with firm bends of principle and cause (Ancient Western Philosophy. The Hellenic Emergence Geoerge F. Mc Mclean and PAtric J. Aspell)

(lagi…)

Kategori: papers

kasykul

Mei 8, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Refleksi

Hari ini kamis, self dan kesadaran harus segera bangun, maka bagaimana jika esok atau hari ini kematian tiba? apa yang akan terjadi dengan nasib diri dan pertanggung jawaban di hadapan tuhan? kematian adalah antuasiasme ruh, karena ruh tidak mengikuti badan tapi badan yang mengikuti ruh, maka ketika ruh tidak lagi betah dengan kehidupan dunia, ruh sudah tercerahkan maka ia akan meninggalkan badan, dan itu adalah kematian alami bagi badan.
mengapa manusia seperti beta ini , tidak merindukan liqa dengan Allah, dan tidak merasakan surga di dunia. bukankah surga itu yang hakiki adalah bertemu dengan Allah, dan bukankah bertemu dengan Allah itu bisa saja di dunia, jadi aku belum bertemu dengan allah dan belum merasakan surga. lihat ayat 46. surat ke 55, bahwa bagi yang takut akan maqam tuhan akan mendapatkan ‘jannatain’ (dua surga), meskipun terdapat beberapa tafsir, tapi tafsiran sufi menyiratkan bahwa dua surga itu di dunia dan di akhirat.

Ketika sadar akan pengetahuan tuhan yang meliputi segala hal, jika sadar akan kehadiran tuhan dimana-mana. Jika mengerti benar bahwa tuhan mengetahui yang tampak dan yang tersembunyi; jika saja manusia menyadari bahwa Tuhan selalu mengetahui dengan benar tentang hati, niat dan getaran setiap hati manusia, maka pengetahuan mulia ini cukup bisa mengubah seseorang.

apa sifat ilmu itu, dan apa tanda alim yang hakiki itu? ilmu kan cahaya, mencerahkan, mendinginkan, membuat berpikir objektif, ilmiah, jauh dari purbasangka, cerdas, melembutkan dan membuat bijak, merasa kekurangan sehingga ingin menambahi ilmu, membuka diri, ingin menyempurnakan apa yang diperolehnya dan siap diperbaiki,

علامه مجلسى در كتاب بحارالانوار روايت ذيل را از حضرت امام صادق(ع) از طريق شيخ بهايى نقل مى كند: ما من مؤمن الاوله مثال فى العرش، فاذا اشتغل بالركوع و السجود و نحوها فعل مثاله فعله، فعند ذلك تراه

الملائكة عند العرش و يصلون و يستغفرون له، و اذا اشتغل العبد بمعصية أرخى الله تعالى على مثاله لئلا تطلع الملائكة عليها، فهذا تأويل يا من أظهر الجميل و سترا القبيح

alamah majlisi dalam kitab biharul  anwar  menukil riwayat ini dari syaikh bahai, setiap orang mukmin memiliki mitsalnya di arasy. jika ia sibuk ruku dan sujud maka mitsalnya juga melakukan hal yang sama ……

goresan-goresan tentang filsafat

sadra menawarkan pemahaman dan pendekatan baru terhadap isu epistemologis. bagi sadra mengetahui artinya mengada, mengada mengambil kesempurnaan dari ilmu. Yang memiliki pengetahuan sebatas inderawi maka laksana hidup terbatas di alam inderawi, bendawi, dan yang memiliki pengetahuan tentang imajinasi, atau mengimajinasi bagaikan hidup di alam imajinasi dan ajaib juga, siapa yang mengetahui hal-hal yang bersifat intelektual (ma’qulat) ibarat hidup di alam ma’qulat itu sendiri, semakin berkualitas ilmunya semakin berkualitas dirinya, alias beingnya.

disini wujud tampaknya lebih pas diterjemahkan being dari existensi, sebab  eksistensi lebih cocok untuk wujud muqayyad. di antara (lagi…)

Kategori: Tidak terkategori