Nano Warno (Salman Fadhlullah)

April 30, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

menimbang penampilan diri di hadapan masyarakat itu perlu sekali!

Setiap orang  merasa perlu memperhatikan nilai-nilai ilahiyah di dalam diri, dan menampakan keindahan akhlak tuhan pada diri dan pada yang lain. keindahan dalam kesabaran, ketelatenan, kewibawaan, aura, kesucian, kebaktian, pengabdian, pelayanan kepada sesama, rasa cinta, keadilan,  ammar makru nahi munkar  dan segala  asmaul husna  seusaha mungkin agar efektif di dalam diri.

tetapi kebaikan dari nilai-nilai tuhan selain harus subjektif (ikhlas. ridha, tawajuh, mahabbah) juga harus diukur dalam mizan social. mizan sosial adalah sejauh mana penerimaan manusia akan diri dan aktualisasi diri, sikap dan respon objektiv diri terhadap segala yang terjadi, dalam pergaulan, silaturahmi, gerak-gerik, senyum dan mimik wajah dan bahkan cara melihat, mendengar dan  aktualiasi kalbu. itu adalah tidak boleh disubjectivkan  dan harus  dilihat oleh kacamata yang lain, yang lain semakin banyak semakin lebih baik dan apalagi kalau yang lain itu ahli ilmu dan ahli maknawi. kita tidak hidup untuk tuhan dan diri dalam arti yang sempit, tapi kita juga hidup untuk orang lain.

jadi kebaikan dan ketulusan manusia, kualitas ibadah, bacaan, tawadu, kerja keras, kulalitas zikir, tafakur, meditasi dsb tetap harus diperbaiki lagi jika masih dianggap ganjil dan tidak menyenangkan atau tidak diterima oleh kalbu masyarakat.

keobjektifan amal ini jarang dimiliki oleh santri dan ulama yang picik, yang hanya sibuk memperbaiki diri sendiri dan lupa dan menjadi autis dengan manusia yang lain.  kita masih perlu belajar menjadi rahmatan lil alamin.

Mencintai manusia apa adanya

seorang arif melihat manusia tidak dengan egonya, tidak dengan kepentingan materinya, tidak dengan atribut-atribut duniawi atau  standar-standar yang subjektif. Ia harus melihat manusia qua manusia. yang harus dihargai, dihormati, dicintai, ditolong, dibantu,dilayani, diselamatkan, dijunjung, diberi, diarahkan dan sebagainya. alhasil ia harus menjadi keberkatan pada yang lain,meskpun yang lain itu tidak sesuai dengan harapan-harapan dirinya. MEngapa manusia mudah berubah karena asesori, dan perilaku yang tidak berkenan. Apa yang terjadi. mengapa harus memakai rambu-rambu yang terlalu sempit untuk menjatuhkan rasa cinta dan pelayanan pada sesama. Mengapa harus menanti stimulan yang positif saja. AKtiflah dan jadilah proaktif untuk membantu sesama, baik yang meminta atau tidak. Jadilah oksigen yang menyegarkan dan menawarkan udara bersih. jadilah air bening  yang selalu menyirami dan merangkul segala kotoran kemudian membersihkannya.

Kategori: wisdom

Kamus Pribadi

April 30, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

(key words dari terjemahan dan saduran dari beberapa paper tentang epistemologi Shadra dari mullashadra.org)

Kata shadra kontradiksi selain harus memenuhi 8 syarat kesatuan (wahdah) juga harus ditambah dengan wahdah dalam haml (predikat); baik haml dzati atau haml syina;.

wujud dzihni (mental existence)

Ketika jauhar atau ardh external ‘memasuki pikiran/mental/dzihni’ maka jauhar atau ardh itu akan kehilangan unsur externalnya disini bisa dilihat dua haml (predikasi) yang berbeda : 1.wujud mental dari sisi mahiyat secara dzati memiliki kesatuan (wahdat) dengan wujud khariji, sehingga bisa diatributkan (haml) haml dzati dan awali 2. tapi jika dianalisa kondisi dan wujudnya di mental, itu adalah kaifiyat nafsani dan ini adalah haml syina’.

kesimpulannya, ketika seseorang mempersepsi, mentashawur sesuatu (seperti substansi (jauhar) atau ardh (aksiden) ) di luar pikirannya itu terjadi karena ada unsur externalnya , tetapi ketika unsur-unsur externalnya dihilangkan dan menyatu dengan mental (dzihni) maka itu menjadi sebuah kualitas (kaifiyat), tidal lagi memiliki unsur-unsur externalnya.

1. juz`i (partikular) adalah juz`i (partikular)

2. juz’i adalah kulliy (universal)

Tidak bertentangan sebab proposisi pertama di lihat dari mafhum yang kedua dari misdaq. atau yang pertama relasinya adalah hamli dzati dan yang kedua hamli syina’i.

(lagi…)

Kategori: papers