Mukjizat 1
(Hemat Pangkal Bahagia)
Hemat itu harus diawali dengan menahan uang dalam jumlah yang sedikit. Karena setiap orang tentu akan berpikir dua kali menggunakan jumlah duit yang besar untuk sesuatu yang sia-sia, tapi sebagian besar orang tidak merasa sungkan mengeluarkan uang kecil untuk hal-hal yang tidak perlu. Jika kita cukup makan sekali dengan 7000 rupiah maka menambahi seribu rupiah untuk menu lain misalnya adalah pemborosan, sekalipun seribu rupiah!
Sebagian orang masih pasrah saja untuk mengeluarkan uang sepuluh ribu, lima ribu bahkan lima puluh ribuan untuk hal-hal yang tidak primer. Kesenangan-kesenangan istimewa biasanya membutuhkan jumlah yang besar dan waktu yang tertentu. Dan ini biasanya dicari oleh sebagian orang. Tapi ada juga kesenangan-kesenangan yang mungkin tidaklah istimewa namun selalu membutuhkan belanja-belanja minimalis yang kerap. Kekerapan (frekuensi) inilah yang seharusnya dipersoalkan. Konon orang cina akan marah besar dan mengungkit-ungkit anak buahnya yang meremehkan uang satu rupiah saja! mengapa?
mukjizat 2
(Tharekat di keluarga)
Saya ingin menganggap tharekat ini sebagai beban malah sebagai sesuatu yang menyenangkan dan menghibur diri saya dan keluarga. Awalnya kami mulai dengan menyetop Tivi. Terlalu banyak mudharat daripada positifnya. Perlu juga diketahui bahwa 99 persen orang yang memiliki tv adalah yang menyadari bahaya tv itu sendiri. Saya yakin kunciny adalah kepala keluarga dan ibu rumah tangga. Sebab bukankah mereka adalah raja dan penguasai di rumah. Mau bagaimana bentuk dan format rumah itu, mau menjadi rumah yang baeti jannati (rumah surgawi), baeti nari (rumah neraka), rumah yang biasa-biasa, amburadul, broken-home, Happy family and good family tergantung sang bapak dan ibu, ayah terutama.
Dalam kenyataanny sang ayah adalah figur, namun sebagian ayah, sekalipun itu tokoh, kyai, ajengan atau syaekhu, tetap saja tidak syaekhu (profesional) dalam mengelola rumah tangganya.
Rumah adalah tempat yang sangat penting bagi manusia. Rumah sekecil dan sekumuh apapun adalah tempat yang romantis bagi suami, istri; tempat yang damai bagi anak-anak kita dan tempat yang nyaman untuk beristirahat. Rumah juga melindungi dari perbuatan yang tidak baik. Rumah berbeda dengan resrotan, rumah berbeda dengan mall. .
Mukjizat 3
(Mengintip sisi positif orang lain)
Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Sebaiknya kita melihat sisisi kebaikan dari seseorang. Karena Allah swt mengajarkan tentang sikap untuk menerima siapapun sekalipun orang-orang kotor, Allah swt memberi kesempatan kepada setiap orang untuk memperbaiki dirinya. Ia Mahasabar, kita juga selayaknya untuk bersabar dalam melihat keburukan, cacat dan aib seseorang sampai ia berubah dan kita menolong untuk berubah dengan cara yang sangat santun dan baik.
Saya sendiri merasa lebih banyak dosa daripada anda semua. Saya yang merasa banyak belajar tentang islam mengakui lemah dalam mengamalkan ajaran-ajarannya dan menghindari larangan-larangannya.
Saya ingin mengalami transformasi dengan mengajak berbagi dengan anda dalam hal spiritual. Apa yang saya miliki mungkin sudah anda miliki dan bisa jadi anda sebetulnya adalah guru bagi saya, hanya karena saya menuliskannya maka itu tidak berarti saya memiliki kelebihan dari anda sekalian.