sebagian berpendapat bahwa diskursus filsafat metafisik shadra tidak menyentuh realitas dan terlalu abstrat, menurut saya bahwa wujud itu adalah nyawa dari realitas maka ia pasti bisa ditarik ke ranah empiris dan praktis. marilah kita melakukan analisa. wujud itu kan berkaitan juga dengan ide, gagasan sebagai buah pikiran dan hasil dari reaksi atau tafakur kita dangan dunia nyata. dalam dunia nyata kita perlu kepada ide-ide tentang peace, love, plurality, wisdom, keadilan, kebebasan dsb, itukan ada, walaupun dalam dunia ide, dan perlu kita wujudkan di dunia nya. idealis kan begitu. nah, filsafat wujud juga membicarakan itu pasti, keberadaan kita sebagia manusia, itu penting kita sudah berada dan tidak tidak ada, berada menurut wujud artinya punya power dan ilmu, bahkan batupun menurut shadra karena ia adalah being maka ia punya power dan knowledge, apalagi manusia, lalu keberadaan manusia harus apa? dan bagaimana? ingat menurut shadra keberadaan manusia tidak berbeda dengan keberadaan tuhan, hanya berbeda gradasi saja. jadi secara wujud manusia itu harus bangga, ia sama-sama diberi kehormatan oleh tuhan memiliki kesamaan derajat dengan tuhan,
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.