Nano Warno (Salman Fadhlullah)

wujud dan isue kontemporer

Januari 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

sebagian berpendapat bahwa  diskursus filsafat metafisik shadra tidak menyentuh realitas dan terlalu abstrat, menurut saya bahwa wujud itu adalah nyawa dari realitas maka ia pasti bisa ditarik ke ranah empiris dan praktis. marilah kita melakukan analisa. wujud itu kan berkaitan juga dengan ide, gagasan sebagai buah pikiran dan hasil dari reaksi atau tafakur kita dangan dunia nyata. dalam dunia nyata kita perlu kepada ide-ide tentang peace, love, plurality, wisdom, keadilan, kebebasan dsb, itukan ada, walaupun dalam dunia ide, dan perlu kita wujudkan di dunia nya. idealis kan begitu. nah, filsafat  wujud juga membicarakan itu pasti,    keberadaan kita sebagia manusia, itu penting kita sudah berada dan tidak  tidak ada,  berada  menurut wujud artinya punya power dan ilmu, bahkan batupun menurut shadra karena ia adalah being maka ia punya power dan knowledge, apalagi manusia, lalu keberadaan manusia harus apa? dan bagaimana? ingat menurut shadra keberadaan manusia tidak berbeda dengan keberadaan tuhan, hanya berbeda gradasi saja. jadi  secara wujud manusia itu harus bangga, ia sama-sama diberi kehormatan oleh tuhan memiliki kesamaan derajat dengan tuhan,

Kategori: refleksi

mengapa bersedih kawan? di dunia ini kita ngontrak?

Januari 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

dunia kan, tempat ngontrak, dan bukan tempat yang bisa dipercaya 100%!  tanahnya bisa rusak oleh air, jadilah longsor, industri bisa merusakan ozon, jadilah panas yang  melebihi batas sehingga permukaan air menjadi tinggi, terjadilah banjir!

jadi selalulah siap-siap dan jangan leluasa serta selesa, tinggal dengan nyaman dan aman di rumah kontrakan ini. Nyawa kita juga siap saat akan diambil. TIdak ada yang bisa menahan jika Tuhan sang pemilik nyawa memanggilnya!

mengapa bersedih kawan, kita tidak bisa mengubah yang memang tidak  bisa berubah, paling-paling kita hanya bisa memperlambat kerusakan. sucikanlah mental, jauhi ego dan dekatilah tuhan dengan banyak berbakti kepada-Nya dan kepada manusia. jangan menunda-nunda berbuat baik, jangan sibuk menyenangkan diri sendiri dan fisik anda!

jangan tenggelam dalam kenikmatan duniawi, jangan tertipu oleh apa yang terlihat, hati-hati , dunia dan kehidupan ini bukan milik kita!

tidak usah bersedih kawan, apalagi kalau yang kita sedihkan hanya hal-hal material dan fisik dan tempat tinggal, siap-siaplah anda kelelahan, anda kecapean dan anda terengah-engah merengkuh dan survive dalam hidup!

Kategori: refleksi