Nano Warno (Salman Fadhlullah)

Masukan dari Desember 2007

Hirarki nalar para pengaku islam

Desember 31, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

1.Nalar literalis,

umumnya orang yang tidak sabar dalam mengumpulkan data, cepat puas dengan kesimpulan guru dan komunitas mereka. tidak tekun dan tidak terlalu cerdas dalam berpikir. islam memberikan perhatian yagn besar pada nalar, perintah tafakur menunjukan bahwa nalar tidak boleh seenaknya harus ilmiah, terbuka. nalar literalis akan mengagungkan penafsiran mereka terhadap islam dan quran sendiri.

(lagi…)

Kategori: refleksi

ontology

Desember 27, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

in Fact, the discourse about existence in islam is discourse about reality and concrete one. it was non abstract and transcendetal, it was discuscion about our live, daily live and all problematic which we face every day. Therefore, it is not true a claim that islamic philosophy not concern so much with reality as it is. Ontology in islam especially in philosophy is cornerstone for shadra philosophical tradition.

Despite that, really is more interesting and amazing to talk about (lagi…)

Kategori: papers

Satukan Jiwa dengan Orang Suci

Desember 19, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Cintailah Wali-Wali Suci

 

Dengan tafakur yang sangat dalam kita menyadari bahwa hasrat untuk mencapai keluhuran moral terdapat dalam diri manusia, yang lebih tinggi dibandingkan hasrat untuk memperoleh ketinggian yang bersifat material. Satu-satunya jalan yang efektif untuk memenuhi hasrat itu adalah mengembangkan hubungan yang erat dengan  sumber kesucian dan sumber moral. Orang muslim harus mampu mengembangkan hubungan vertikal yang berkualitas dengan Allah, para nabi, para imam dan wali-wali yang suci. Dan perjalanan ini bisa dimulai dari antara mereka sesama muslim sendiri.    Seorang muslim akan selalu melihat muslim yang lain sebagai cermin dari dirinya. Ia ingin mengetahui, mengevaluasi dan memahami dirinya dengan membandingkan dan belajar dari yang lain. Jika cermin orang mukmin itu agak kusam, ia akan bersedih hati merasakan betapa dirinya masih kusam dan kotor, dan sebaiknya jika ia melihat cermin itu cemerlang, ia merasa bahwa ia memiliki kecemerlangan itu dan gembira bahwa ia akan bisa seperti itu. Dan jika cermin itu adalah cahaya ia akan tersedot dan tunduk serta menyerahkan dirinya kepada pemilik cermin yang sangat terang dan bercahaya tersebut.

Kategori: wisdom

Scepticism Hume

Desember 19, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hume Scepticism

The philosophical subjects of metaphysics and epistemology would be substantially different than they are today if there had been no David Hume .

Hume had awakened Immanuel Kant from his “dogmatic slumbers

The passion for philosophy…may only serve…to foster a predominant inclination…of the natural temper….There is, however one species of philosophy which seems little liable to this inconvenience, and that because it strikes … no disorderly passion of the human mind, nor can mingle itself with any natural affection or propensity; and that is the Academic or sceptical philosophy….It is surprising, therefore, that this philosophy, which in almost every instance must be harmless and innocent, should be the subject of so much groundless reproach and blame.
-David Hume, Inquiry Concerning Human Understanding

The worst speculative Sceptic ever I knew, was a much better Man than the best superstitious Devotee & Bigot.
-David Hume (Letter to Gilbert Elliot of Minto, March 10, 1751)

(lagi…)

Kategori: papers

sinopsis sederhana tentang isyarat wa tanbihat ibnu sina

Desember 5, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Overview about Isyarat wa Tanbihat (remarks and admonitions) Ibnu Sina

by Salman Nano


أَحمد الله على حسن توفيقه وأسأله هداية طريقه. وإلهام الحق بتحقيقه. وأصلى على المصطفين من عبيده لرسالته وخصوصاً على محمد وآله. أيها الحريص على تحقيق الحق إني مهد إليك في هذه الاشارات والتنبيهات ” أصولاً وجملاً من الحكمة عليك تفريعها وتفصيلها. ومبتدىء

(Preface of Isyarat wa Tanbihat)

(lagi…)

Kategori: tulisan ilmiah

Desakan cinta

Desember 4, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam kitab Mahajjatul Baidha karya Faidh Kasyani tertulis seorang manusia mencintai yang manusia lain atau sesuatu yang lain  karena empat hal : kecantikan, kebaikan, kesempurnaan, dan karena kedekatan jiwanya.

Syair persia berkata

 

Kabutar bo kabutar baz bo baz   kunad ham jins bo ham jin farwaz

 

Merpati dengan merpati, burung elang dengan burung elang.   Antara yang satu jenis saling terbang bersamaan

Kategori: Tidak terkategori

muhasabah

Desember 4, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

sebetulnya manusia sangat sulit membebaskan diri dari dosa, thabiat manusia apalagi jika masih terikat dengan materi

Kategori: Tidak terkategori

Fikih muta’aliyah (fikih transendental)

Desember 4, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Fikih adalah aturan ilahi yang telah memasuki ranah empiris. Ada dua view terhadap fikih, pertama pandangan teolog dan ahli fikih yang menganggap fikih adalah segalanya dan bukti ketundukan hamba kepada Allah. Pandangan kedua yaitu kaum perenialis, ulama ilahiyat yang memandang bahwa fikih adalah manifestasi kecintaan hamba kepada Allah.

Fikih yang saya pilih adalah fikih pandang kedua, karena tidak ada keterpaksaan, bersifat humanis dan sebagai ajang riyadhah untuk mendekati Allah secara detail, per momen dan menyeluruh.

  (lagi…)

Kategori: refleksi

Wahai ulama suni-syiah bacalah ‘kenyataan’!

Desember 4, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Islam itu berurat dan berakar dengan kenyataan. Umat ini membutuhkan kesejahteraan, perdamaian, kegemilangan, prestasi, kecerdasan, teknologi, kontribusi besar kepada peradaban, bukan perdebatan teologis. Biarkan itu berlanjut di akademi dan seminar saja, atau dalam tulisan skripsi dan tesis doktoral. Jangan membuat kalian lupa kepada kenyataan. Pendidikan islam adalah pendidikan yang beroritentasi dengan kenyataan, bukan dengan alam ide, alam teologi, alam epistemologi.

 

Jangan biarkan energi kalian dihabiskan membaca buku untuk berpolemik dan menyerang  pendapat lain yang berbeda! Energi kalian tumpahkanlah untuk membangun umat! Perbedaan adalah realita. 

Kategori: Tidak terkategori

Awas lalai dalam hidup!

Desember 4, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Musibah dan bencana apapun yang harus kita alami, bahkan seandainya terjadi kiamat dahysat setiap hari, selama dalam kehidupan kita maka tetap kita berhutang budi kepada Allah swt. Ketakutan, kengerian, penderitaan seberat apapun yang terjadi di planet bumi ini tidak akan mengurangi hutang kita kepada Allah swt. Kita harus selalu bersyukur bahwa kita diberi kepercayaan oleh allah untuk eksis dan hidup di dunia ini serta memiliki peran. Namun potensi-potensi penting itu diabaikan oleh manusia dengan lalai dan sibuk menggerutu saja  

Kategori: wisdom